Rabu, 29 Juli 2020

MEREKA SEKUTUKAN ALLAH

Aku tak sempurna, melainkan penuh dengan lumuran dosa....Pada surah Al qhasiah ayat 3 Allah sebut ada orang yang sudah bekerja keras dan kepayahan untuk agamanya.
Tapi tetap di akhirat kepala mereka tertunduk. Karena neraka menanti mereka !
Kenapa ?
Karena amalannya tertolak, sebab mereka sekutu kan Allah.
Kita bisa lihat beberapa agama, mereka percaya akan Allah.
Tapi mereka sekutukan Allah.
Ada yang bilang ayat itu untuk.non muslim saja, tapi Ali Ra. Berkata ayat itu termasuk juga ummat Islam yang ibadah nya bagus, tapi tetap sekutukan Allah.
Betapa banyak kita lihat dalam keseharian orang yang ibadah syar'i nya sangat jempol, tapi tetap percaya ini itu,seakan ada kekuatan pada benda atau tempat keramat selain Allah.
Ya Jimat lah, pertolongan dukun lah, ya berbagai kesyirikan lainnya.
Saking ngerinya kesyirikan ini, sampai Rasulullah bersabda, hamba ku yang selamat dari syirik ini bagai seekor domba hitam, yang ada sedikit putih putihnya, nah yang sedikit putih itulah yang Rasul umpama kan ummatnya yang selamat dari syirik.
Alangkah menakutkannya andai kita yang telah ahli ibadah, tertanya termasuk dalam kelompok hitam itu Dimata Allah.
Renungkan benarlah ya saudaraku.
Rasulullah bersabda bahwa kesyirikan itu lebih halus dari pada langkah semut.
Andai kita berkaca terbayang alangkah tampannya kita, terasa hebatnya kita, sudah termasuk syirik kecil itu.
Suatu kali Ali Ra, berceramah, dan sesudahnya orang pada memuji ceramah Ali, Ali bukannya senang, tapi takut untuk ceramah lagi, karena takut timbul kebanggan pada diri dia, seakan dia lah yang hebat.
Berbalik total dengan kebanyakan kita, andai dipuji ceramahnya, dia senang sekali pada orang yang memuji itu,
Dia jadikan kawan karib orang orang yang selalu memuji muji semua amalan dia.
Dan sangat sakit hatinya andai ada orang yang mengkritisi dia.
Dia anggap orang itu tidak tahu apa apa dan sangat lah timbul kebencian dihatinya pada pengkritik itu.
Padahal kalau benar dia menyadari
Justru para pengkritik harus mereka rangkul. Untuk bisa ingatkan akan kesalahannya.
Andaipun kritisi orang itu juga salah, anggap saja kritikannya sebagai tambahan wawasan Islam dia.
Balik ke ayat awal kita saudaraku.
Renungkan serius lah, kapan perlu kumpulkan orang orang yang Sudi ingatkan kita kritisi kita face to face. Agar kita bisa bersihkan diri dari merasa telah " hebat "
Menolong orang saja, ada terfikir karena malu " apa kata orang ", kita mampu sedang kerabat kita susah
Itu juga bisa tertolak bantuannya disisi Allah.
Allah itu pencemburu, setitik saja amalan kita ada bukan karena Allah nya pasti tertolak amalan itu. Sebesar apapun itu.
Khusus saudaraku yang sudah sangat jempol.amaliahnya fokus sekali lah perhatikan ini, sebab setan tahu betul andai orang ini telah tergelincir disini. Tidak perlu setan menjebak manusia itu dengan dosa lain.
Karena bagi setan syirik itu sudah cukup target kawan dia di neraka kelak.
Naudzhubillah.
Kata kuncinya menurut Ali bin Abu Thalib Adalah ;
Tanya diri, andai dipuji nga melambung diri, andai di caci, tidak patah .


Tidak ada komentar: